Thursday, September 28, 2006

Waktu Yang Tak Terbeli


Schedule for today:
05:30 Bangun dan siap-siap
08:00
Preparation for interview
09:00
Interview staff baru
10:00
Submit report about the interview
11:00
Finalize annual report
12:00
Lunch
13:00
Internal meeting
15:00
Creative meeting at Setiabudi 1
18:30
Submit proposal
19:00
Dinner
20:00
Meeting for TV Program @ Kemang
22:00
Home, Ngobrol sama papa-mama
22:30
Bikin side job
23:30
Call him to Beijing
00:00
Bersiap-siap tidur

“Fiuh! Ternyata 24 jam tidak cukup!”

Jadwal di atas bukan punya saya lho. Dulu mungkin jadi bagian dari agenda saya, sekarang engga lagi. Tapi saya percaya, banyak orang-orang seumur saya - apapun profesinya - yang punya jadwal sedemikian padatnya. Malah kalo badan bisa dibelah dua, biar si kloning itu kerja sama beratnya.

Seandainya waktu bisa dibeli, pasti harganya mahal sekali. Dengan tuntutan profesional yang semakin tinggi, membuat kita harus lebih cepat bergerak supaya bisa mengerjakan dan menghasilkan lebih banyak hal. Akibatnya, waktu yang kita miliki untuk menyelesaikan sebuah aktifitas atau pekerjaan pun menjadi semakin pendek. Ditambah dengan situasi jalanan Jakarta yang semakin lama semakin padat (semoga proyek busway di Kuningan, Pasar Rumput, Mampang berhasil mengurangi kemacetan yang menggila ini), membuat waktu menjadi semakin tinggi harganya.

Banyak keinginan yang tidak bisa terlaksana, impian yang tertahan, teman yang terabaikan, harapan yang pupus…semua gara-gara waktu yang tidak bisa dibeli. Sampai Mrs. McGonagall harus meminjamkan kalung pemutar waktu kepada Hermione, supaya dia bisa mewujudkan keinginannya untuk ikut 2 mata pelajaran dalam 1 waktu sekaligus. Di sisi koin yang lain, waktu banyak berjasa untuk menyembuhkan hati yang luka dan memperbaiki gading retak parah.

Sayangnya, waktu juga engga bisa ditabung ya, supaya bisa kita pakai setiap saat kalo kita lagi butuh.


Tuesday, September 26, 2006

Think Positive...Positive Thinking


Akhir-akhir ini saya mulai tidak menyukai diri saya.
Terlalu banyak keluhan dan komplain, komentar negatif sampai ke respon negatif keluar dari mulut saya. Memang sih saya sudah diberikan mahkota "bitchy" sama teman-teman dan pacar saya sendiri. Tapi...kayaknya sudah mulai keterlampauan deh

Semua kalimat, pandangan mata dan gestur yang beraroma negatif, diawali dari isi kepala yang diatur oleh otak
Saya jadi ingat, pernah ada cerita tentang seorang penasehat spiritual yang berkata,"Kalau setiap kali kamu menghadap cermin, kamu bilang kamu cantik sebanyak 1000 kali, maka akan jadi cantiklah kamu. Tapi
kalau kamu bilang setiap hari pada dirimu bahwa kamu pencuri, maka kamu akan jadi pencuri suatu hari."
Juga mengingatkan saya pada sebuah iklan favorit teman saya, yang berbicara mengenai "Success is a mind game".
It's all about the mind!
Tapi kita juga sama-sama paham kalo mind ini susah banget diaturnya...

Entah apa dan siapa yang bisa disalahkan sebagai penyebab pikiran kita yang negatif. Keluarga, kantor, partner, jalanan macet de el el de el el... List-nya bisa sepanjang tol dalam kota dan setebal Kamu Besar Bahasa Indonesia. Tapi tetap aja kita sendiri yang memegang kontrol atas mind yang kita miliki. Sadar atau tidak sadar, mau atau tidak mau...

Belajar dari
banyak orang, saya menyadari bahwa keywordnya adalah kerelaan yang diikuti oleh kreatifitas. Relain saja kalo kita harus stuck dalam kemacetan selama 2,5 jam, besoknya cari cara supaya kena macetnya cuma 1 jam. Relain saja kalo bos kita memang menyebalkan dan cari cara lain untuk ngomong. Relain aja kalo orang jahat sama kita dan cari cara buat bikin dia sadar tanpa balik nyakitin dia.
Karena kalo kita rela, maka kita akan puas pada diri kita

Kalo kita puas dengan diri kita, maka kita akan bahagia

Kalo kita bahagia, maka kita akan bersyukur
Kalo kita bersyukur, maka kita akan bisa berpikir positif

Let's think positive and learn to become a positive thinker!!!


Monday, September 25, 2006

Satu Demi Satu Bergulir


Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik
Kita dihadapkan pada situasi untuk mengambil keputusan
Tidak usah bicara tentang sebuah keputusan yang dapat merubah hidup
Apa yang kita makan, jalan pintas yang kita ambil, kalimat yang kita gunakan
Semuanya membutuhkan keputusan
Tergantung seberapa cepat kita harus memutuskan
Berapa banyak waktu yang diberikan kepada kita untuk berpikir dan menimbang

Mari belajar berhitung sejenak
Dari sepanjang hidup kita dan sebesar angka yang diakui sebagai umur kita saat ini
Berapa banyak keputusan yang sudah kita ambil?

Sekian banyak...bahkan tak terhitung jumlahnya

Coba saja kita hitung

Jumlah keputusan per hari dikali tiga ratus enam puluh lima hari
Kemudian kalikan lagi dengan angka yang sudah cukup besar itu
(itupun kalo kita tidak berbohong tentang jumlah angka tersebut)

Ada kepuasan...
Ada juga penyesalan ...
Ada kebahagiaan...
Ada juga kesedihan
Semua akibat keputusan yang kita ambil
Tapi apapun keputusan itu, siapkanlah diri kita
Karena kita hidup dalam ketidakpastian
Bukan kita pemegang keputusan terakhir, bukan kita yang menentukan kata akhir
Selagi masih mampu, jalankan dan berikan yang terbaik
Terhadap semua keputusan yang sudah kita buat
Karena itulah yang kita pikir adalah yang terbaik


Sunday, September 24, 2006

Bangga Yang Tersurat


Pernahkah kamu melihat ekspresi kebanggaan dari orang tuamu?

Seberapa sering kamu mendapatkan itu?
Apakah memang belum ada yang bisa dibanggakan dari kamu?
Ataukah karena mereka tidak mengekspresikannya?
Atau kamu tidak berusaha membuat mereka bangga, karena kamu sibuk dengan ambisimu sendiri?

Sungguh bahagia rasanya apabila bisa melihat ekspresi itu

Sebuah SMS penuh kata cinta
Ketika kamu berhasil mendapatkan pekerjaan yang layak

Ketika kamu mampu membuktikan diri bahwa kamu "berharga"
Ketika kamu naik ke atas panggung menerima penghargaan
Sepasang mata berkaca-kaca
Ketika melihat kamu yang memakai toga dan mengucap janji sebagai seorang sarjana
Ketika mendengar kisahmu yang mengembara ke negeri orang
Ketika kamu diterima dalam sebuah sekolah ternama
Selirih tangis penuh syukur
Ketika kamu mendapatkan pasangan yang ideal
Ketika menyaksikanmu di pelaminan dengan restu mereka
Ketika menantikan kelahiran seorang cucu di pelukan mereka

Apakah sulit membuat orang tuamu bangga pada dirimu?
Pernahkah menilik apa yang bisa membuat mereka menepuk dada karena bangga?
Pernahkah kamu menyuntikkan kebahagiaan itu ke dalam hati mereka?
Cobalah...
Kamu akan rasakan kebahagiaan tiada terbeli dan kekaguman tiada batas
Karena kehebatan mereka membimbing kamu menjadi orang yang membanggakan


Dedicated for my parents, the best parents in the universe. Thank you for being proud for both of us, and we are so proud that God chose us to be your children.

Saturday, September 23, 2006

Sebuah Keperkasaan dan Kekuatan

Bukan keputusasaan...
Bukan kehancuran ego...

Ketika dunia runtuh di hadapannya
Terjatuh dalam lubang sumur terdalam
Tak mampu memberi lebih
Tak sanggup menyuapkan kemewahan

Sanggup berdiri...
Sanggup berlari...

Sesederhana sebuah keinginan
Memanjakan setiap orang yang dicintai
Melihat percikan sinar di mata sang pendamping
Membagi sebutir berkah kepada yang lain

Sebuah keperkasaan...
Sebuah kekuatan...

Senyum terkembang di bibirnya
Kasih membakar hatinya dan menjiwai raganya
Keperkasaan bukan karena tulang dan otot
Tetapi kekuatan karena cinta
Mampu menghidupkan lagi mata hatinya
Dia memang yang paling perkasa untukkku

Dedicated for my father, the most powerful man...my superman dad!

Thursday, September 21, 2006

Kemewahan Sebuah Pilihan

Pernahkah kita pikirkan kemewahan apa saja yang sudah dan bisa kita miliki?

Rumah besar, mobil mentereng (pake kaca v-cool dan velg 19”?), uang banyak, handphone high-end, baju-baju bagus, sepatu bermerek, tas bertumpuk, kesehatan, keluarga bahagia... probably you have it all.

Satu hal yang sering kali tidak masuk dalam hitungan kita...pilihan dalam hidup.

Saya baru menyadari betapa punya pilihan itu adalah sebuah kemewahan tersendiri. Alangkah senangnya apabila sebuah keputusan yang kita ambil bukan karena keputusan itu adalah satu-satunya pilihan yang kita punya...whether we like it or not. Seperti ketika seorang lawyer bergelar master membela idealismenya dengan menjadi menjadi Deputy Communication Director di West Wing-nya White House ketimbang partner di sebuah law firm ternama di New York yang bergaji besar (sekali!). Atau seorang model yang memilih pacaran dengan si aktor A yang ganteng dan mengeliminir si pembalap yang kaya. Atau seorang manager yang memilih di antara 2 perusahaan besar, berdasarkan gaji yang ditawarkan.

Di tengah keruwetan pikiran karena bingung harus memilih, saya dihadapkan pada kenyataan dunia. Setiap pagi, mobil-mobil piaraan ayah saya selalu dicuci dan dibersihkan oleh satu orang tukang cuci berumur sekitar 16 tahun. Seperti layaknya ibu-ibu yang lain, ibu saya pun punya “biodata” si anak ini dan menceritakannya kepada saya. Si tukang cuci punya kekurangan pada fisik dan perkembangan otaknya akibat sebuah penyakit ketika kecil, yang mengakibatkan dia susah untuk bicara dan tingkat kecerdasan di bawah rata-rata (walaupun tidak bisa dibilang terbelakang). Dulunya dia bekerja di sebuah tempat cuci motor dengan gaji sepersepuluh honor yang dia terima di rumah saya, plus kaki yang bolong-bolong akibat sabun yang tidak layak. Melihat dia mencuci lebih dari 1 mobil sambil berjongkok dan membungkuk dengan baju basah (ngeliat dia saja sudah terbayang capeknya…huh), membuat saya bersyukur kepada Yang Di Atas.

Pilihan apa yang dia punya? Bahkan sekolah pun bukan pillihan buatnya, karena masalah keuangan keluarga. Pekerjaan apalagi. Sementara dia masih sangat muda, masih harus menghadapi perjalanan hidup yang panjang. Tapi dia pun masih bisa menghargai yang dia dapatkan saat ini dengan tersenyum dan menjajani keponakan tersayangnya.

Sudah saatnya kita yang punya banyak kelebihan dan punya keleluasaan untuk memilih, kembali menghargai setiap kelebihan dan pilihan dengan menjalani tanpa mengeluh dan meraih yang terbaik. Karena tidak semua orang punya kemewahan untuk menentukan pilihan.


Monday, September 18, 2006

Money vs ...

What do you do if you got a job offer in a big corporate with a good package, although the position is not the one you really want, but you might not feel happy about the environment?
I’m sure most of you will take it for the sake of the big names and big money… am I right?

What about me?
It’s been 3 days on thinking, but I still haven’t had a decision in my head…and heart. I know, I’m person who asking too much, thinking too much and wanting too much. I always have these ideal thoughts about almost everything in my life, not include I change my mind every day.

What do you want in your job?
Seems that everybody knows what to do and what they want…except me. Is it money, is it big name, is it career, is it power or is it a good environment? We get some; we lose some (right Deddude?).
Some people will say go for the money, some will say big name is good in your CV, some will say high career for high achievement, some will say power to decide is everything and some will say a good environment is irreplaceable. But, at least, those people know how to pick and what to decide. It’s all up to me, but I’m the only person who can’t decide.

I’m the person who always follows where the river flows. Even I’d never decide which river I would have to follow. I only know that I want to follow the river long as I could, to get the highest achievement.

At the end of the day, I just want to stay at home with my kids and become a writer.


Is it any wonder I'm tired?
Is it any wonder that I feel uptight?
Is it any wonder I don't know what's right?
Oh, these days!
After all the misery you made
Is it any wonder that I feel afraid?
Is it any wonder that I feel betrayed?

(Is It Any Wonder - Keane, Under The Iron Sea 2006)


Wednesday, September 13, 2006

Affectionate Place of Heart

There is a place...
Where you can whine without regret
Where you can ask as many as you want
Where you can be spoilt without shame

A place…
For you to lean on your head
For you to burst out your mind
For you to comfort your heart

A place…
That always opens the door whenever you need
That never takes charge for the services
That always welcomes you with warm smile and hug

A place…
I always miss when I’m away
I always seek back when I’m pissed
I always long for when I shed a tear

There is a place…
And that place is what I call "mom"


You taught me everything 
And everything you've given me
I'll always keep it inside
You're the driving force in my life
(A Song For Mama - Boyz II Men, Evolution 1997)
Dedicated for my dearest mommy...my rock 'n roll mom.

Tuesday, September 12, 2006

Ask For More


This is a story about a man who lives near the river

One day, he heard a radio report which said there will be rush coming out from the river and make the town's flooding
He said,"I believe in God, I pray. He loves me, He will save me".

A man on the rowboat yelled at him,"Hey you,the river burts and flooding the town. Get up here and save your life!"
He yelled back,"I believe in God, I pray. He loves me, He will save me".

A helicopter was sent to save the town's citizens. Using a megaphone, the officer said,"I'm gonna send down a rope for you to grab. Grab it and get up quickly, the town's flooding".
He said,"I believe in God, I pray. He loves me, He will save me".

And what did happen? Well, he drowned

Up in heaven, the frustrated man asked God,"Why did it have to end like this? Why didn't you give me any clues? How could you do this to me?"
God answered,"I've sent a radio report, a rowboat and a helicopter to you. What more could you ask from me?"


Taken from West Wing season 1 episode 14, Take This Sabbath Day


A Whisper in Your Ear


Listen...
Do you want to know a secret?
Do you promise not to tell?
Closer...
Let me whisper in your ear
Say the words you're long to hear
I'm in love with you...

Thanks to The Beatles, for such a adorable lyrics and delightful tune


Thursday, September 07, 2006

Bite The Lips

Speak when you have to speak
Talk when you know the right time to talk
Share when it's appropriate to share
Answer when being asked

So...
Shut your mouth when you're not being expected to speak
Fold your tongue when the time is not right to talk
Hold your heart when you know it's not appropriate to share
Bite your lips when you don't have the right answer

Photobucket - Video and Image Hosting

Please...
Learn to stop being nosy my friend
You can be a very distracting and bragging person
Reality bites...but it's the truth


I recommend biting off more that you can chew to anyone
I certainly do

I recommend sticking your foot in your mouth at any time

Feel free

(You Learn - Alanis Morisette, Jagged Little Pill 1995)


Tangan Kiri Tapi Bukan Kidal

Photobucket - Video and Image Hosting
Apa yang tangan kirimu bisa lakukan dengan baik?

Hampir sebaik, bahkan lebih baik, dibandingkan tangan kanan?
(note: artikel ini tidak berlaku, pastinya, buat para kidal)


1. Cebok
Soalnya kita diajarin dari kecil untuk cebok pake tangan kiri dan pegang gayung dengan tangan kanan
2. Pake body lotion
Soalnya megang body lotion-nya pake tangan kanan dan mencet supaya cream-nya keluar juga pake tangan kanan. Kalo mencetnya pake tangan kiri suka belepotan jadinya.
3. Ngupil
Soalnya tangan kanan pegang setir
4. Ngerokok
Terutama buat orang-orang yang engga nyetir, soalnya jendelanya ada di sebelah kiri.
5. Pegang botol/gelas minuman
Soalnya tangan kanan sibuk salaman ama orang-orang
6. Pegang garpu
(hampir aja kelupaan) Soalnya kita udah diajarin dari kecil buat pegang sendok atau pisau di tangan kanan. Garpu di tangan kanan juga bisa sih kalo lagi makan pasta hehe
7. Mencet huruf "A", caps lock, tab, shift dan keluarganya
Soalnya kan posisinya ada di east wing keyboard hehe. Dulu waktu pelajaran ngetik di SMP, tangannya engga boleh nyebrang sisi.
8. Topang dagu
Gantian aja ama tangan kanan, kalo tangan kanan pegel
9. Ngumpetin bunga/kado di balik punggung
Soalnya tangan kanan buat ngetok pintu, buka pintu dan salaman
10. Pegang perseneling
Secara posisi supir di mobil indonesia adalah di sebelah kanan, otomatis kita pasti lebih jago mindahin gigi mobil pake tangan kiri
11. Ngegandeng tangan atau ngerangkul
Buat yang punya pacar, suami atau istri. Gak mungkin dong elu ngegandeng tangan istri/suami boss lo
12. Pegang microphone dan atau stand-nya

Buat yang punya profesi atau pengen punya profesi vokalis
13. Ngetik SMS sambil nyetir
Engga usah pake lihat layar HPnya loh

Rada engga penting ya? Tapi menyenangkan kan? Ikut mikir juga kan lo? :D

Feel free to add up. Just leave me comments, i will put it in the article. I remind u once more, this article is not for lefty.


Friday, September 01, 2006

Wanted!!


Wanted!!
Lips to give a good service
To facilitate someone speaking bull shit
Taking someone's breath away

Wanted!!
Lips to deliver fancy words
Giving promise and talking non sense
Playing with someone's future

Wanted!!
Lips to make excuses
To escape from previous sweet babble
Denying from the responsibilities

If you posses and meet the requirements, please call 000-HEART

I'm sorry but I'm just thinking of the right words to say, (I promise)
I know they don't sound the way I planned them to be. (I promise)
But if you wait around a while, I'll make you fall for me,
I promise, I promise you I will.
(The Promises - When In Rome, When In Rome 1988)