Monday, December 31, 2007

Malam Tahun Baru Yang Baru


Setelah sekian tahun berjalan
Melewati malam pergantian tahun yang berbeda suasana
Namun satu benang merah yang tetap terjalin
Dari sekian malam penuh kerlipan kembang api dan keceriaan tawa

Tapi...malam ini akan berbeda

Sang benang merah telah terputus dan menjuntai
Tak lagi ingin merasakan ataupun berhalusinasi
Hanya berharap malam ini menghadirkan asa baru yang akan terjalin

Malam baru di malam tahun baru
Dengan suasana baru, wajah-wajah baru dan sajian baru
Mempersiapkannya dengan semangat baru
Untuk mendapatkan hati yang baru...


Dedicated for those new year's eves in the last 4 years. Thank you for those people who had been in those nights. Thank you for him who had given me those laughs and cheers.

Friday, December 21, 2007

Play With Your Own Mind

Seringkali kita merubah keputusan kita karena kita merasa takut akan akibat yang akan timbul. Seringkali lidah kita kelu karena kepanikan yang melanda ketika sebuah situasi mendadak ada di hadapan kita.

Biasanya rasa takut timbul karena kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi, tidak mengenal situasi, ataupun tidak yakin terhadap hal-hal yang kita hadapi. Biasanya kepanikan melanda ketika kita merasa kita tidak bisa menangani apapun yang sedang kita hadapi, tidak tahu keputusan apa yang harus diambil ataupun tidak yakin harus berbuat apa.

Sebenarnya dari mana sih rasa takut dan panik itu berasal? Bukankah itu semua hanya lahir dari pikiran kita sendiri? Kita sibuk bermain dengan isi kepala kita sendiri, tanpa menyadari bahwa kita belum pernah mencoba untuk melakukan hal-hal yang membuat kita takut itu. Kita sibuk memprediksikan akibat yang akan timbul tanpa kita menyadari bahwa justru kalau kita tidak panik, kita malah bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.

Satu kata yang menjadi benang merah adalah keyakinan. Kalau kita yakin terhadap diri kita sendiri, tanpa harus jumawa dan menjadi congkak, kita akan menyadari bahwa tidak ada yang perlu kita takutkan selain Sang Pencipta dan tidak perlu panik karena Sang Pencipta bisa saja punya keputusanNya yang lain.