Monday, July 16, 2007

Jejak Yang Kembali


Hari ini dia kembali datang
Menyusuri tiap jejaknya di tiap sudut ruang
Mungkin menyisir ingatan yang sempat terbuang
Tanpa ada hati yang terhalang

Dia datang untuk kembali meninggalkan jejak
Guratan wajahnya yang tertidur nyenyak
Di pangkuan yang tak bisa picingkan mata terbelalak
Siratkan kerinduan dan kasih yang tak mampu ditolak

Kini dia sudah kembali pergi
Kembali tinggalkan jejak di memori
Tak apa...walaupun tak sampai sehari dimiliki
Puas sudah hati ini mengetahui

Kini ku bisa kembali tersenyum...



Monday, July 02, 2007

Singkatnya Jejak Hati


Kusirami tunas itu dengan penuh kasih sayang
Kurawat cikal bakal kehidupan itu dengan sepenuh hati dan tenaga
Kupeluknya ketika dia kesepian dan kesakitan
Kubelai tiap helai jiwanya dengan semua kelembutan yang kumiliki

Kini tunas yang rapuh telah tumbuh menjadi tumbuhan kuat
Dengan akar yang merajai tanah di sekitarnya
Dikagumi banyak manusia karena kegagahannya
Didambakan tangan-tangan untuk mengelus rantingnya yang kokoh

Haruskah dia kulepas ketika jiwa dan hati tak mampu lagi menjaganya?
Mampukah kurelakan tunasku itu dipeluk oleh jemari lembut yang lain?
Mengapa mataku iri melihatnya begitu bahagia dibelai oleh kasih lain?
Lupakah tunasku pada rasa kasih dan cinta yang pernah kuberikan?


Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu
(Menghapus Jejakmu - Peterpan, Hari Yang Cerah... 2007)